Tingkatkan Produktivitas, GenBI UNU Blitar Gelar Pelatihan Buletin

IDPOST.CO.ID – Generasi Baru Indonesia (GenBI) Kediri Komisariat Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar gelar pelatihan buletin, Minggu 20 Februari 2022.

Pelatihan buletin Genbi ini digelar di Kampus SSC UNU Blitar, Jalan Masjid Kota Blitar.

Muh. Misbahul Munir, ketua pelaksana mengatakan, kegiatan ini merupakan program perdana untuk GenBI Komisariat UNU Blitar dan diharapkan program ini menjadi inovasi baru untuk anggota yang lain.

Selain itu ia juga mengangkat tema ‘Tingkatkan Produktivitas GenBI UNU Blitar Berkualitas’ kegiatan ini mendorong anggota GenBI untuk aktif dan produktif, salah satunya dengan menulis.
 
“Kami berharap, dengan adanya kegiatan ini akan menambah kualitas dan menguatkan personal branding dari anggota GenBI, apalagi sebagai anggota GenBI kita tidak hanya konsumtif tetapi juga harus produktif, sehingga nantinya dapat bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Munir.
 
Sementara itu, Moh. Azhari pemateri pelatihan penulisan mengungkapkan menulis merupakan suatu hal yang penting. Seperti yang dikatakan oleh Pramoedya Ananta Toer, orang boleh pandai setinggi langit tetapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dari masyarakat dan lenyap dari sejarah, menulis adalah bekerja untuk keabadian.

“Bayangkan jika Islam dan ajarannya, Pancasila, Undang-undang Dasar (UUD) 1945 tidak ada yang menulis, apakah kita bisa menerapkan itu semua? Begitulah urgensi bagaimana kita harus bisa menjadi penulis yang baik,” ungkapnya.
 
Azhari menambahkan untuk perihal menulis, bukan tentang bisa atau tidaknya dalam menulis, tetapi seberapa kuat ia konsisten dan seberapa kuat ia berlatih dalam menulis.

Sebab lanjutnya, percuma saja jika setelah pelatihan ini tidak ada tindak lanjut dan tidak diimplementasikan. Selain itu, generasi muda saat ini bukan lagi menjadi mujahid tetapi menjadi mujaddid, generasi pembaharu.

“Maka dari itu dengan teori-teori, sarana dan prasarana yang ada hendaknya generasi saat ini dapat memanfaatkannya secara maksimal, agar dapat menemukan formula baru, teori baru yang lebih update untuk menulis yang lebih baik,” jelas Azhari.
 
Azhari juga menuturkan, menulis itu ibarat bumbu dan penulis adalah seorang koki yang dituntut untuk meracik bumbu dengan baik agar dapat disajikan dan dinikmati oleh khalayak umum.

Tentunya dengan memperhatikan bahan racikannya harus dengan bahan yang berkualitas, jangan sampai dengan bahan yang sudah basi, sebab bahan yang sudah basi tidak akan asik untuk dibaca.

“Maka dari itu, seorang penulis harus uptodate. Selain itu kepekaan dalam menulis juga perlu diperhatikan, seorang penulis harus mampu melihat sesuatu yang berbeda dalam temuannya,” tuturnya.
 
Diakhir, ia berpesan ketika menginginkan sesuatu, harus belajar untuk mencintainya terlebih dahulu. Ketika seseorang ingin pandai dalam menulis, ia harus mencintai tulisan terlebih dahulu, yaitu dengan banyak membaca.

“Karena menulis adalah cara saya menjabarkan suara hati. Jauh dari unsur polarisasi dan politisasi, hingga kemudian berwujud ekspresi yang bermuara pada eksekusi literasi,” pungkas Azhari.*** Ika Nur Fitria

Penulis : Muhammad Iswan

Editor: Nanang Habibi

Tingkatkan Produktivitas, GenBI UNU Blitar Gelar Pelatihan Buletin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kembali ke Atas